ALJABAR
RELASIONAL
Relational
Algebra (aljabar relasional) merupakan kumpulan operasi terhadap
relasi dimana
setiap operasi menggunakan satu atau lebih relasi untuk menghasilkan satu
relasi yang baru
dan termasuk kategori prosedural dan juga menyediakan seperangkat operator
untuk memanipulasi
data.
Terdapat
lima operasi dasar dalam aljabar relasional, yaitu:
1.
Selection ( ó )
2.
Projection ( ð )
3.
Cartesian – product ( X, juga disebut sebagai cross product )
4.
Union ( ∪ )
5. Set
– difference ( - )
6.
Rename ( ñ )
Operasi
– operasi turunan dari operasi – operasi dasar tersebut adalah:
1. Set
intersection ( ∩ )
2.
Theta join ( è )
3.
Natural-join (
4.
Outer-join ()
)
5.
Division ( ÷ )
Semua
operasi tersebut menghasilkan relasi baru. Bahasa disebut aljabar relasional
karena bahasa
berdasar sejumlah operator yang beroperasi pada relasi – relasi (tabel –
tabel). Masing – masing
operator beroperasi pada satu relasi atau lebih atau menghasilkan relasi –
relasi lain sebagai hasil.
Query adalah sekedar ekspresi yang melibatkan operator – operator itu. Hasil
ekspresi adalah relasi
yaitu jawaban terhadap query. SQL
adalah bahasa yang deklaratif yang berarti tidak menspesifikasikan algoritma
yang digunakan
untuk pengolahan query. Ekspresi relasional dapat dipandang sebagai spesifikasi
algoritma (meskipun
dalam level lebih tinggi dibanding algoritma untuk bahasa pemrograman
konvensional). Pemrogram
menggunakan query SQL, DBMS menggunakan aljabar relasional sebagai bahasa
antara dalam spesifikasi algoritma query. Langkah – langkah dalam DBMS untuk
pengolahan query
adalah:
1. DBMS
melakukan parsing terhadap string dari query SQL dan menerjemahkannya menjadi
ekspresi aljabar relasional yang dapat menuntun kedalam algoritma sederhana yang
tidak efisien.
2.
Setelah itu, bagian query optimizer mengkonversi ekspresi aljabar relasional
ini menjadi ekspresi
lain yang ekvivalen nemun lebih efisien untuk dieksekusi.
3.
Berdasarkan ekpresi aljabar relasional yang telah dioptimasi, query optimizer mempesiapkan
rencana eksekusi query (query execution plan) yang kemudian ditransformasikan
menjadi kode yang dapat dieksekusi pembangkit kode di DBMS.
4.
Karena ekspresi aljabar mempunyai semantik matematika yang presisi maka sistem dapat
memferifikasi ekvivalensi ekspresi yang dioptimasi yang dihasilkan dari
manipulasi
ekpresi
asal. Semantiks ini juga memungkinkan pembandingan rencana – rencana evaluasi
query yang berbeda.
Aljabar
relasional merupakan kunci pemahaman kerja internal DBMS relasional,
pemahaman
aljabar relasional merupakan hal yang esensi dlam merancang query SQL yang diolah
secara efisien. Aljabar relasional banyak digunakan pengolahan
query tersebar. Aljabar relasional mendefinisikan sekumpulan operator dan rumus untuk
memanipulasi himpunan data.
9.1.1.
Operasi aljabar relasional
Untuk
mengimplementasikan kedalam operasi aljabar relasional, berikut ini diberikan relasi–relasi
dari database Penjadwalan_mengajar_dosen pada STMIK ‘Revanda Jaya’ Bekasi.
Relasi – relasi
tersebut meliputi:
1.Dosen
Dosen ={nid,nama_d,tempat_lhr,tgl_lahir,jkelamin,alamat,kota,kodepos,gpokok} Primary
key relasi Dosen adalah nid, karena tidak ada seorang dosen yang nid (nomor induk
dosen) sama dengan dosen yang lainnya. Dengan
data value sebagai berikut:
2.
Matakuliah
Matakuliah
={kdmk,nama_mk,sks,semester} Primary
key relasi Matakuliah adalah kdmk, karena tidak ada kode suatu matakuliah yang kdmk
(kode matakuliah) sama dengan matakuliah yang lainnya. Dengan
data value sebagai berikut:
0 komentar:
Posting Komentar